Strata Satu
by
Sarah
- January 19, 2019
Puji Tuhan, salah satu tanggung jawabku sebagai anak sudah selesai.
19 Desember 2018, adalah jadwal seminar hasil (semhas) skripsiku yang sangat tiba-tiba. Ya, aku tidak menyangka akan semhas secepat itu. Aku ingat baru mendaftar pada tanggal 17 Desember 2018, dan besok paginya keluar jadwal semhasku.
2 Januari 2019, adalah jadwal sidang skripsiku. Tidak mudah melewati hari-hari yang seharusnya liburan bersama keluarga merayakan natal dan tahun baru, namun aku belajar mempersiapkan diri dan materi untuk sidangku. Sedih, lelah, muak, semua kurasakan ditambah aku harus sendirian berada di kamar. Saat-saat ini aku ingat sekali, keluargaku sedang bersama-sama untuk beberapa hari karena beberapa keluargaku jatuh sakit. Tapi aku tidak menyerah, aku tahu semuanya telah dipersiapkan Tuhan dengan baik untukku. Puji Tuhan sidangku berjalan dengan baik dan penuh penyertaan Tuhan sehingga aku mendapat nilai skripsi A. Terima kasih kepada Tuhan Yesus dan juga dosen-dosen pembimbing dan pengujiku.
11 Januari 2019, adalah jadwal yudisiumku. Semua berjalan sungguh lancar, meskipun lelah harus dirasakan karena mengurus segala administrasi tidak mudah.
Aku belajar banyak hal dari pengalamanku mengerjakan skripsi selama kurang lebih 4 bulan (termasuk mengerjakan laporan pkl dan tugas-tugas 4 mata kuliah).
Hal yang paling utama adalah menyerahkan segala kemampuan ke tangan Tuhan, karena mau bagaimanapun, kemampuan kita tidak akan sanggup menyelesaikan permasalahan hidup sendirian.
Lalu, pantang menyerah. Setiap masalah yang kita hadapi, jalani dan kerjakan, karena masalah akan selesai jika dan hanya jika diselesaikan a.k.a dikerjakan.
Ingat motivasi awal kita. Motivasiku menyelesaikan skripsi secepat mungkin adalah untuk mengurangi beban orang tua untuk biaya kuliahku. Puji Tuhan, tujuan mulia serta kegigihan mengabulkan doaku sehingga aku tidak perlu membayar sepeserpun uang kuliah untuk semester 8 karena aku sudah lulus di semester 7.
Selama proses pengerjaan, tak henti-hentinya dukungan doa dan motivasi mengalir kepadaku. Mulai dari orang tua, keluarga, sahabat, terima kasih banyak.
Aku juga banyak dibantu oleh teman-teman baruku yang kukenal karena kami sama-sama pejuang skripsi yang dibimbing oleh dosen pembimbing paling baik se-Filkom yaitu Bu Yuita.
Puji Tuhan, semua mendukung, meskipun harus bergadang hingga subuh, bahkan tidak tidur harus kujalani, tapi semuanya setimpal dengan hasil yang kudapatkan.
Teman baikku dalam suka, duka, yang selalu menyayangiku, yang selalu sabar dan menemani hampir setiap malamku mengerjakan skripsi, Ilham, terima kasih banyak karena sudah melakukan yang terbaik untukku meskipun terkadang aku emosian, ngambekan (pelampiasan stress --maaf yaa), tapi dia selalu sabar.
Gelar sarjana pun sudah kuraih, dan selamat datang ke dunia yang sebenarnya. Semoga Tuhan selalu menyertai kita..
